Kerja Sama BUM Desa Bersama Maju Lestari Sejahtera Anak Ratu Aji LKD dengan SPPG/MBG Gedung Sari ARA Lampung Tengah.
1
Kamis, 09 April 2026
TAPM Lampung Tengah Gelar Agenda Rakor Korcam Pendamping Desa
LAMPUNG TENGAH – Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa (PD) se Kabupaten Lampung Tengah mengikuti rapat koordinasi bulanan pada Selasa (31/3/2026) pagi.
Rapat koordinasi bertempat di kantor Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Lampung Tengah, beralamatkan di Jalan Lintas Gotong Royong, Kampung Terbanggi Subing, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Koordinator Kabupaten (Korkab) Lampung Tengah Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT RI, Supriadi, S.P, menyampaikan, masih dalam momen suasana lebaran Idul Fitri 1447 H menyampaikan mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal faizin. Kita buka lembaran baru yang lebih baik dalam proses pendampingan pemberdayaan dan pembangunan pada 301 kampung yang ada di Lampung Tengah ini.
“Dalam agenda rapat koordinasi bulanan koordinator kecamatan Pendamping Desa se Kabupaten Lampung Tengah ini beberapa agenda antaralain; pertama, evaluasi finishing capaian realisasi dana desa 2025. Kedua, selanjutnya pendampingan terkait pemeringkatan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sesuai dengan suarat edaran dari Dirjen Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal. Ketiga, capaian realisasi dana desa 2026 tahap 1, sesuai dengan amanat Permendes No 16 tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional Fokus Pengunaan DD tahun 2026, “ ujarnya.
TAPM Lampung Tengah, PIC bidang Badan Usaha Milik Kampung BUMK, Ridwan Firdaus, S.E, menyampaikan, secara berjenjang mulai dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD) hingga Tenaga Ahli (TA), melakukan melakukan verifikasi, fasilitasi dan pendampingan pengisian data system pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) meliputi tujuh (7) aspek komponen, antaralain; aspek kelembagaan, aspek manajemen, aspek usaha atau unit usaha, aspek kerjasama atau kemitraan, aspek asset dan permodalan, aspek administrasi, laporan keuangan, dan akuntabilitas, dan aspek keuntungan dan manfaat bagi desa dan Masyarakat desa.
“Pengisian data system pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) ini dilaksanakan pada 5 Maret 2026 hingga 18 April 2026. Dengan pemeringkatan BUMDES ini hasil akhirnya adalah menentukan klasifikasi status BUMDes yaitu; perintis, pemula, berkembang, dan maju,” tutupnya.
Kita mafhumi bersama, saat ini komposisi tim TAPM Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan SK BPSDM PMDDT Nomor 133 Tahun 2026 per tanggal 19 Februari 2026, antaralain; Supriadi, S.P, Ridwan Firdaus, S.E, Atun Hermawati, S.P, Himawan Agus Sutanto, S.T, Ardian Oktora, M.I.P, dan Esi Ardania.
(Akhmad Syarief. K)
Rabu, 12 November 2025
Tenaga Pendamping Profesional Ikut Lakukan Pemantauan Monitoring Data Konvergensi Stunting Desa
LAMPUNG TENGAH – Secara berkala Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT RI bersama Kader Pembangunan Manusia (KPM) melakukan pemantauan data konvergensi stunting pada kampung masing – masing.
Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Lampung, Mashuri, S.P pada pembukaan agenda In Service Training (IST) input data stunting pada dashboard website eHDW, di Balai Kampung Bangunrejo, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Selasa (11/11/2025) pagi.
“Ada 5 (lima) dari 7 (tujuh) data yang perlu pada dashboard website eHDW, dan dilakukan pemantauan oleh TPP Kemendesa PDT RI, secara berjenjang mulai Pendamping Lokal Desa dan Pendamping Desa di desa/kampung; pertama, konvergensi desa bersumber dari village scorecard desa. Kedua, rembuk stunting. Ketiga, alokasi dana desa berbasis anggaran terkait responsif stunting. Keempat, rapat evaluasi, dan kelima, pendampingan keluarga resiko stunting,” imbuhnya.
Alumnus Universitas Lampung ini menambahkan, dan 2 (dua) data lainnya diluar Aplikasi eHDW, yakni pemberdayaan kader desa baik Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu sudah dilatih menggunakan modul terpadu dan kampung memiliki posyandu aktif.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Lampung Tengah, Atun Hermawati, S.P dalam pemaparan materi In Service Training (IST) input data stunting pada dashboard website eHDW menyampaikan bahwa, agenda ini lebih fokus pada tata cara pengisian data stunting di aplikasi e-HDW optimalisasi.
“Oleh karena itu, TPP Kemendesa PDT RI secara berjenjang mulai Pendamping Lokal Desa dan Pendamping Desa bisa melakukan praktik pengisian langsung data stunting di aplikasi e-HDW, baik melalui akun admin desa maupun akun KPM serta monitoring/pemantauan data stunting melalui akun admin kecamatan dan admin desa,” imbuhnya.
Alumnus Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah ini melanjutkan, agenda fasilitasi konvergensi percepatan penurunan stunting di kampung dampingan masing – masing ini selaras dengan upaya pencapaian SDGs Desa pada nomor 1,2,3,4,5, 6 dan 11.
“Kelompok sasaran monitoring/pemantauan data stunting di kampung /desa antaralain; remaja putri umur 10-24 tahun, calon pengantin (catin), ibu hamil dan nifas, anak umur 0 – 59 bulan, dan keluarga beresiko stunting,” tutupnya.
(Akhmad Syarief Kurniawan)
Selasa, 28 Oktober 2025
Tim Kecamatan Selagai Lingga : Program Ketahanan Pangan Untuk Meningkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat dan Swasembada Pangan
Tim Kecamatan Selagai Lingga : Program Ketahanan Pangan Untuk Meningkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat dan Swasembada Pangan
LAMPUNG TENGAH – Jajaran tim Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung, bersama Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa PDT RI melaksanakan agenda monitoring terkait ketahanan pangan. Agenda pemberdayaan ketahanan pangan ini adalah agenda nasional sekaligus skala prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Monitoring ketahanan pangan Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Fajar Hari Setiawan, pada Selasa (21/10/2025) siang.
“Agenda monitoring ketahanan pangan meliputi tata laksana baik dari sisi administrasi, tata kelola manajemen, pembukuan pelaporan, hingga tata letak lokasi pelaksanaan ketahanan pangan, dan lain-lain. Sehingga harapan jangka menengah dan jangka panjang program ketahanan pangan ini mampu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa PDT RI Kecamatan Selagai Lingga, Firmansyah, menyampaikan, program nasional ketahanan pangan adalah program pemerintah sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Desa PDT RI Nomor 3 tahun 2025 tentang panduan penggunaan desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan.
“Adapun pelaksana dilapangan agenda ketahanan pangan ini adalah pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), bisa dalam bentuk ketahanan pangan nabati maupun ketahanan pangan hewani,” tutupnya.
Anton Sugandi yang juga Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa PDT RI Kecamatan Selagai Lingga menambahkan, agenda monitoring ketahanan pangan Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah dilaksanakan sejak tanggal 13 hingga 21 Oktober 2025.
Secara geografis, antropologis dan sosiologis wilayah Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah berjumlah 14 Kampung / Desa, yakni : Negeri Agung, Gilih Karang Jati, Karang Anyar, Tanjung Ratu, Negeri Katon, Gedung Harta, Taman Sari, Sidoharjo, Nyukang Harjo, Mekar Harjo, Negeri Jaya, Lingga Pura, Gedung Aji, dan Marga Jaya.
(Akhmad Syarief Kurniawan)
Minggu, 19 Oktober 2025
RAKOR TAPM KAB. LAMPUNG TENGAH
Rapat Koordinasi TAPM bersama Dinas PMK Lampung Tengah dalam membahas Surat Edaran Kementerian Desa PDT No. 8 Tahun 2025 tentang Percepatan
Pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus untuk Persetujuan Dukungan Pengembalian Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih
Minggu, 12 Oktober 2025
REMBUK STUNTING KAMPUNG TANGGUL ANGIN KECAMATAN PUNGGUR 1802062005
Stunting menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi banyak daerah, termasuk di Kampung Tanggul Angin. Stunting, atau kekerdilan pada anak, tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif, serta potensi masa depan mereka. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dan koordinasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah ini.
Pada Hari Kamis 28 Agustus 2025, Tim TPP Kecamatan Punggur melakukan Kunjungan Lapangan ke Kampung Tanggul Angin, dalam rangka pendampingan dan fasilitasi kegiatan Rembug Stunting Kampung Tanggulangin, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kampung Tanggulangin, kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Awet Agung Rifa'i (Camat Punggur), ibu Dwi Apridawati S IP (Kasi PPM Kecamatan Punggur), TPP Kecamatan Punggur, staf KUA Kecamatan Punggur, Ketua BPK Kampung Tanggulangin, Kepala kampung dan Perangkat kampung Tanggulangin, Bidan Desa, KPM Kampung Tanggulangin, Kepala dusun, dan Ketua RT dan lain lain.
Rembuk Stunting ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:
1. Meningkatkan Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
kesehatan ibu hamil dan bayi serta dampak stunting terhadap tumbuh kembang
anak.
2. Memfasilitasi Diskusi antar pihak terkait dalam upaya
penanggulangan stunting di Kampung.
3. Menyusun Rencana Aksi yang melibatkan masyarakat dalam
pencegahan dan penurunan stunting.
4. Mendukung Pemberian Gizi Seimbang kepada anak-anak
melalui edukasi kepada para orang tua dan keluarga.
Hasil kunjungan hari ini antara lain :
a)
Berdasarkan hasil laporan Bidan desa untuk
jumlah balita ada 175 anak dengan 6 anak terindikasi stunting.
b)
Untuk saat ini posyantu sudah memberikan tablet
penambah darah dan kelas ibu hamil dengan jumlah ibu hamil 18 orang dan ibu
hamil dengan resti 3 orang
c)
Untuk pemberian makanan tambahan dikampung
Tanggulangin dianggarkan Rp 1.000.000 per posyandu perbulan.
d)
Ada beberapa usulan kenaikan yaitu kenaikan
insentif 100%, alat kesehatan pengecekan HB, dan lain lain
Kegiatan rembuk dimulai dengan sambutan dari Kepala Kampung
Hj. Rumiyati SE, yang menyampaikan pentingnya perhatian bersama terhadap
masalah stunting. Kemudian, ada pemaparan dari tenaga kesehatan dan ahli gizi
mengenai faktor-faktor yang menyebabkan stunting, serta langkah-langkah yang
dapat dilakukan untuk mencegahnya, seperti pentingnya asupan gizi sejak
kehamilan dan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Pemaparan di sampaikan oleh
TPP Kecamatan Punggur Bahwasanya hasil laporan dan kebutuhan dari Forum diskusi
ini nantinya akan menjadi bahan dasar dalam merumuskan RKPKampung Tanggul Angin
di Tahun Anggaran 2026.
Selain itu, kegiatan ini juga menyajikan sesi diskusi yang
melibatkan warga Kampung. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan
pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman tentang upaya yang sudah dilakukan
di Kampung mereka. Para ibu, terutama, sangat antusias untuk memahami lebih
dalam cara-cara menjaga gizi keluarga agar generasi penerus dapat tumbuh sehat
dan cerdas.
Sebagai bagian dari kesepakatan bersama, rembuk stunting ini
menghasilkan beberapa langkah konkrit yang akan dilaksanakan oleh seluruh
lapisan masyarakat, antara lain:
1.
Pembentukan Posyandu yang lebih aktif dalam
memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil dan ibu menyusui.
2.
Penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan makanan
lokal yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
3.
Peningkatan akses terhadap layanan kesehatan
yang memadai bagi ibu dan anak.
4.
Jadwal Pemberian PMT kepada Balita dan Bumil
setiap Bulan
5.
Dukungan terhadap Operasional Kader Posyandu di
Lima Dusun Kampung Tanggul Angin.
Harapan Ke Depan:
Melalui rembuk stunting ini, kami berharap dapat menurunkan
angka stunting di Kampung Tanggul Angin dan memastikan setiap anak memiliki
kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Tentu saja,
pencapaian ini hanya bisa terwujud dengan adanya kerjasama antara pemerintah Kampung,
masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari seluruh warga Kampung,
kita yakin masalah stunting di Kampung kita bisa diatasi. Mari bersama-sama
kita berupaya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya
saing.
Sebagai masyarakat Kampung, kita harus saling mendukung
untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita. Rembuk
Stunting di Kampung Tanggul Angin bukan hanya tentang mengatasi masalah
stunting, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam
menjaga kesehatan bersama. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang
positif untuk perubahan yang lebih besar di masa depan.
Kerja Sama BUMDesa dan SPPG/MBG
Kerja Sama BUM Desa Bersama Maju Lestari Sejahtera Anak Ratu Aji LKD dengan SPPG/MBG Gedung Sari ARA Lampung Tengah.
-
Stunting menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi banyak daerah, termasuk di Kampung Tanggul Angin. Stunting, atau kekerdilan pada ...
-
LAMPUNG TENGAH – Secara berkala Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT RI bersama Kader Pembangunan Manusia (KPM) melakukan pe...
-
LAMPUNG TENGAH – Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa (PD) se Kabupaten Lampung Tengah mengikuti rapat koordinasi bulanan pada Sel...

.jpeg)




.jpeg)


