Stunting menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi banyak daerah, termasuk di Kampung Tanggul Angin. Stunting, atau kekerdilan pada anak, tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif, serta potensi masa depan mereka. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dan koordinasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah ini.
Pada Hari Kamis 28 Agustus 2025, Tim TPP Kecamatan Punggur melakukan Kunjungan Lapangan ke Kampung Tanggul Angin, dalam rangka pendampingan dan fasilitasi kegiatan Rembug Stunting Kampung Tanggulangin, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kampung Tanggulangin, kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Awet Agung Rifa'i (Camat Punggur), ibu Dwi Apridawati S IP (Kasi PPM Kecamatan Punggur), TPP Kecamatan Punggur, staf KUA Kecamatan Punggur, Ketua BPK Kampung Tanggulangin, Kepala kampung dan Perangkat kampung Tanggulangin, Bidan Desa, KPM Kampung Tanggulangin, Kepala dusun, dan Ketua RT dan lain lain.
Rembuk Stunting ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:
1. Meningkatkan Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
kesehatan ibu hamil dan bayi serta dampak stunting terhadap tumbuh kembang
anak.
2. Memfasilitasi Diskusi antar pihak terkait dalam upaya
penanggulangan stunting di Kampung.
3. Menyusun Rencana Aksi yang melibatkan masyarakat dalam
pencegahan dan penurunan stunting.
4. Mendukung Pemberian Gizi Seimbang kepada anak-anak
melalui edukasi kepada para orang tua dan keluarga.
Hasil kunjungan hari ini antara lain :
a)
Berdasarkan hasil laporan Bidan desa untuk
jumlah balita ada 175 anak dengan 6 anak terindikasi stunting.
b)
Untuk saat ini posyantu sudah memberikan tablet
penambah darah dan kelas ibu hamil dengan jumlah ibu hamil 18 orang dan ibu
hamil dengan resti 3 orang
c)
Untuk pemberian makanan tambahan dikampung
Tanggulangin dianggarkan Rp 1.000.000 per posyandu perbulan.
d)
Ada beberapa usulan kenaikan yaitu kenaikan
insentif 100%, alat kesehatan pengecekan HB, dan lain lain
Kegiatan rembuk dimulai dengan sambutan dari Kepala Kampung
Hj. Rumiyati SE, yang menyampaikan pentingnya perhatian bersama terhadap
masalah stunting. Kemudian, ada pemaparan dari tenaga kesehatan dan ahli gizi
mengenai faktor-faktor yang menyebabkan stunting, serta langkah-langkah yang
dapat dilakukan untuk mencegahnya, seperti pentingnya asupan gizi sejak
kehamilan dan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Pemaparan di sampaikan oleh
TPP Kecamatan Punggur Bahwasanya hasil laporan dan kebutuhan dari Forum diskusi
ini nantinya akan menjadi bahan dasar dalam merumuskan RKPKampung Tanggul Angin
di Tahun Anggaran 2026.
Selain itu, kegiatan ini juga menyajikan sesi diskusi yang
melibatkan warga Kampung. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan
pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman tentang upaya yang sudah dilakukan
di Kampung mereka. Para ibu, terutama, sangat antusias untuk memahami lebih
dalam cara-cara menjaga gizi keluarga agar generasi penerus dapat tumbuh sehat
dan cerdas.
Sebagai bagian dari kesepakatan bersama, rembuk stunting ini
menghasilkan beberapa langkah konkrit yang akan dilaksanakan oleh seluruh
lapisan masyarakat, antara lain:
1.
Pembentukan Posyandu yang lebih aktif dalam
memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil dan ibu menyusui.
2.
Penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan makanan
lokal yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
3.
Peningkatan akses terhadap layanan kesehatan
yang memadai bagi ibu dan anak.
4.
Jadwal Pemberian PMT kepada Balita dan Bumil
setiap Bulan
5.
Dukungan terhadap Operasional Kader Posyandu di
Lima Dusun Kampung Tanggul Angin.
Harapan Ke Depan:
Melalui rembuk stunting ini, kami berharap dapat menurunkan
angka stunting di Kampung Tanggul Angin dan memastikan setiap anak memiliki
kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Tentu saja,
pencapaian ini hanya bisa terwujud dengan adanya kerjasama antara pemerintah Kampung,
masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari seluruh warga Kampung,
kita yakin masalah stunting di Kampung kita bisa diatasi. Mari bersama-sama
kita berupaya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya
saing.
Sebagai masyarakat Kampung, kita harus saling mendukung
untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita. Rembuk
Stunting di Kampung Tanggul Angin bukan hanya tentang mengatasi masalah
stunting, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam
menjaga kesehatan bersama. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang
positif untuk perubahan yang lebih besar di masa depan.


Tpp lampung tengah jaya....
BalasHapus